Anda disini : TOP >> Hizbiyah >> Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya
Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya

Peneliti Hadats dari Jakarta melecehkan Salafy & Ulamanya

Penulis: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji

Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta, Abdul Hakim Abdat menjawab:
LIPIA bagus, antum sudah pernah ke LIPIA belum? Saya 20 tahun di LIPIA, sejak berdirinya LIPIA sampai sekarang saya di situ. Saya tahu sampai sekecil-kecilnya! Bagus, banyak.

Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau ikhwani?
Abdul Hakim Abdat : Tentu, di Jamih Islamiyah (Universitas Islam Madinah, KSA, red) di sana banyak juga yang ikhwani sebagiannya. Di Jamih, nggak kepalang tanggung, LIPIA, ini Jamih, di (maad, red) Syaikh Muqbil juga banyak, sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu atas manhaj salaf. Saya kenal orang perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!

Dan orang-orang dahulu takut masyarakat Indonesia masuk ke LIPIA karena takut dituduh Wahabi. Dan telah masyhur LIPIA itu manhajnya Wahabi. Ini tahun 1980. Hah. Belum ada orang LIPIA itu di Raden Saleh. Dan dia nyewa gedung dengan paman saya. Jadi saya punya kebebasan. Dan saya juga sekolah orang-orang pertama di situ dengan masuk Iad Lughawiyah.

Tapi sebagian gurunya tentu tidak ada yang selamat. Nggak bisa orang Saudi itu ngontrol secara ini. Ada sebagian gurunya yang ikhwani, tapi asas didirikannya LIPIA itu manhaj ahlussunnah didirikan Saudi. Manhajnya bagus! Dan sekarang mudirnya Doktor Ali itu manhajnya bagus, dan berkata kepada saya ketika ada kesepakatan antara saya dengan doktor Ali untuk mengeluarkan orang-orang yang manhajnya tidak bagus. Itu?.selentingan, antum belum pernah pergi ke sana. Antum tidak tahu LIPIA, saya 20 tahun! Laisal khabar kal muyyanah, apalagi beritanya dari orang-orang yang dhaf! Bentrok itu sanadnya! Dhafun jiddan! Ha..ha..Nggak benar!

Tidak terjadi itu ustadz? Maksudnya usaha pengeluaran?
Abdul Hakim Abdat : Anak-anak muridnya? Kalau gurunya tidak bisa semuanya, nggak bisa. Antum mau ngajar lughah di sana?! Gantin?! Nggak ada. Ŭaum salaf lughahnya lemah! Sayangnya, anak-anak salaf.? Sehingga doktor Ali pernah bilang sama saya:Ǻa Hakim, murid-murid antum ini jangan hanya manhajnya doang yang bagus, tapi pinter dong! Bisa mengalahkan mereka?, begitu. Harus cerdik, pinter.

Nah guru-gurunya sekarang boleh banyak, sekarang siapa saja bisa. Kalau antum, kalau antum mau ngajar di LIPIA juga bisa alau antum bagus manhaj salafnya, kemudian lughahnya cerdik antum bisa ngajar. Bisa ngajar. Sekarang mulai terbuka. Anak-anak yang masuk ke LIPIA itu yang bermacam-macam karena di situ ijinnya dengan pemerintah adalah lughah dahulu.

?.Dan dari lembaga ini keluar anak-anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus, tidak ada satupun pelajaran bahasa Arab yang terbaik di seluruh Indonesia ini selain di LIPIA yang saya tahu.

?..Ada yang bisa buat seperti LIPIA? Nggak ada! Kalau begitu kaidahnya, maka tidak boleh juga masuk ke Jamih Islamiyyah! Nggak ada satupun antum bisa masuki! Nah ini yang salah dari perjalanan manhaj salaf! Nggak boleh bersikap seperti itu! Itulah hidup! Itu mah hidup di dunia khayal, tutup mata tinggal di gunung! Nggak benar, antum harus hidup dengan kenyataan, nggak ada satupun juga bisa dimasuki. Aaaa..gitu. He?he?he..(tertawa)

Nggak ada, nggak ada sekarang, semua dicampuri dengan itu, hatta di majelis Syaikh Muqbil, Syaikh Utsaimin, Syaikh bin Bazz,?sikap Masyayikh itu. Memang kenyataannya seperti itu, Syaikh Rabi?. Jadi kenyataan seperti itu, apalagilah LIPIA, lembaga yang lebih kecil tentunya bisa. Dan orang-orang Saudi kesulitan mencari guru bahasa Arab yang mengajar. Di sini orang-orang manhaj salaf mau merobah!

Sekarang mau doctor Ali, saya jamin, hatta orang salafnya pinter, bisa dirubah langsung, antum? Antum bisa di Jakarta? Mau menjadi guru? Aa, bisa kagak? Nggak bisa kan?! Nggak bisa! Coba ustadz-ustadz yang mentahdzir LIPIA sini bisa dicatet jadi direkturlah, Insya Allah , ha.ha, hayo. Saya yang bakal bilang pada doktor Ali. Nggak ada, kurang, minim, aa? jadi jangan CUMA NGOMONG, harus tatbiqul mal, begitu manhaj salaf. Ngomong - mal, ngomong - amal, begitu.

Saya perjanjian dengan doktor Ali dan dipersilahkan rubah. ũakim masukin murid-muridmu ke sini semuanya, itu peralihan?. Banyak anak-anak daftar semuanya, daftar, berubah, sama dengan Jamih Islamiyah, orang dari fikrah mana aja kan masuk, masuk, ada yang sufinya. Nah begitu, antum harus pergaulannya luas, jangan kuper!

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/25_95_2007_02

Komentar
Emang si Hakim tuh ngaku2 diri salafi dan paling bener sendiri
Kamilah salafus sholih !
Oleh Abdul Hakim Abdat As-Salafi ( 16 2007 21:29:29 )
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya
Oleh kaisar_penis ( 21 Juni 2008 18:56:33 )
hahaha.....liat sawomatang.com baru ngomong
ane tantang ente mubahalah tlp ane di 02199282017 berani kaga ane kaga takut mati dosa ane dah banyak neh
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh Ibnu Muhammad at 30 Oktober 2008 19:50:59
Sungguh tulisan yang sangat amat tidak bermutu, gaya penulisannnya seperti kaum khawarij dari Laskar Mujahiddin (baca:Laskar Khawarij)
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh KHOSHIIMUK at 04 Desember 2008 07:17:40
jangn ngawur klo nulis..........
Pak Abu, kayanya antum benci sekali kpd ust. Hakim.. masa' perkataannya yang cuma sedemikian dikatakan melecehkan ulama.. kayanya ngga begitu deh..
Memang sih, kalo ditinjau dari sudut psikologi, kebencian itu salah satunya bisa bikin penilaian jadi ngga obyektif thdp yang dibenci, walaupun ada sedikit kebaikan pada yg dibenci itu. saya melakukan pengamatan ini pada waktu yang lama dan pada orang yang berbeda-beda. Semua menunjukkan ke arah itu.
Apa dengan kutipan diatas, pak Abu yakin kalo ust. Hakim melecehkan ulama? Dari sisi ilimiah, asumsi seperti itu kurang/tidak valid. Dari keilmuan secara umum saja, untuk membuktikan hipotesis/opini/paradigma, selalu diperlukan penelitian pada objek yg diteliti pada waktu yang lama, sampel yg banyak dan bisa di ulangi pada waktu yg lain (representative, reproducable dan valid). Jadi kalo cuma seperti disebutkan diatas aja faktanya, saya kira terlalu terburu2 mengambil kesimpulan.
Saya mencoba memberikan pendapat dari sudut ilmiah secara umum, tidak menilai objek yang diperbincangkan. karena saya melihat banyak sekali tulisan yang menghasilkan kesimpulan secara terburu-buru tanpa didahului oleh penilaian yang komprehensif, akhirnya tulisan dan kesimpulan yang dibawakan jadi kering, hampa dan rapuh.
Jadi, siapa saja boleh dikritik dan di nilai, tapi atas dasar penilaian yang objektif, bukan atas dasar sentimen pada objek yang diteliti. mudah2an hasilnya lebih optimal dan berbobot. Ngga kelihatan membabi-buta.
Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji siapa sih???? aktivis hizbiyah kah???? atau biang ahli fitnah???
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu ahmad at 17 Februari 2009 08:33:12
berhati-hatilah dg tulisan2 spt ini, tabayyun dg benar.
sibukkan kalian dg ilmu dan amal!!!
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu qudaimah al atsary at 18 Februari 2009 10:22:54
ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), ustad2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul " pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib" yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.


salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan....ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

yah...keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu wahid at 19 Februari 2009 11:17:14
setuju, semakin lama gabung sama salafy, semakin bingung ane jadinya. isinya hujatan sama berantem melulu.semakin lama, dakwah salafy semakin memilukan sekaligus memalukan
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh ghozali at 21 Februari 2009 12:18:55
seharusnya pemerintah RI memenjarakan dan menangkap salafiyyin terutama ustad2nya yang suka provokasi, serta membekukan aset2nya, karena cukup lama salafi itu memecah belah kerukunan dan mengusik keamanan masyarakat indonesia. MUI juga harus proaktif untuk memfatwakan bahwa salafi ini adalah sempalan aliran sesat yang tidak boleh dibiarkan di bumi indonesia tercinta ini.
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh ibnu rodjat at 21 Februari 2009 13:07:58
antum hati-hati kalau bicara, seharusnya yang ditangkepin sama pemerintah bukan ikhwah salaf tapi para khawarij hizbi macam nurwahid hidayat, tifatul sembiring, abu bakar baasyir, habaib, muhamad umar asseweed, jafar umar thalib karena mereka adalah ahli bidah dan perusak dakwah islam yng sesungguhnya.
semoga Allah memberikan keluasan pada ust Hakim Abdat untuk menjalankan dakwah salaf dan melindungi dari ustad gadungan.
ustad Abdat itu emang ustad mesum..
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh Salafi Tobat at 02 Maret 2009 00:27:09
Ust Abdat ustadz mesum?? ... fitnah !! ... semua ustazd salafi .. bukan dia doang ...!! fitnah ente ..!
diluar salafy adalah ahli bidah yang sesat dan menyesatkan
nah begini ni forum yang menjelekkan sesama muslim..yang merasa Surga miliknya sendiri....yang membid'ahkan fanatik terhadap ulama ato syaikh tertentu, tapi fanatik sama syaikhnya sendiri gak bid'ah....keren akhirnya ketahuan juga khawarij model baru....
udahlah sesama ahli bid'ah jangan membid'ahkan
assalamu alaikum, kepada seluh saudaraku salafiyyun, siapapun antum, dimanapun antum ngaji, saatnya kita semua ruju' kepada kebenaran. tinggalkan segala kebencian, caci maki, permusuhan dasb. mari kita merajut ukhuwah diatas Al-Kitab Wassunnah. kita semua adalah thullab, penuntut ilmu, ustadz-ustadz salafy adalah manusia biasa. apabila mereka melakukan suatu kekeliruan, tidak sepatutnya kita sebarkan kekeliruan itu. kalau ada yang berbeda dengan pemahaman kita atau ustadz kita, maka jangan segera membuat pernyataan, bantahan, ataupun serangan balik. tetapi yang pertama yang harus dilakukan adalah MUHASABAH 'ALAN NAFS. tetaplah berprasangka baik kepada setiap ulama, ustadz kita. bagi ana tidak ada yang lebih membahagiakan ana kecuali seluruh ustadz salafiyyin di negeri ini bersatu diatas manhaj yang haq ini.
kepada saudaraku salafiyyun, mari kita membangun cinta dan kasih sayang diatas sunnah, saling menolong, menasehati dengan cara yang ma'ruf, seburuk-buruknya seorang salafy, jauh lebih baik daripada seorang mubtadi', hizbiy, atau ahlul ahwa'. tidak sepatutnya celaan, cacian, makian dan kata-kata kasar ditujukan kepada mereka. berharaplah bahwa siapapun saudara kita salafiyyun yang tergelincir kedalam kekeliruan, lebih mudah untuk ruju' kepada kebenaran dibanding selainnya. ikhlashkan doa kepada Allah SWT semoga suatu saat mereka beroleh kebaikan, hidayah dan kemuliaan.

Ana menasehatkan kepada seluruh kaum muslimin, untuk tidak buru-buru membuat pernyataan, penolakan atau bantahan kepada salafiy dan salafiyyin. ana dahulu adalah penentang paling keras bahkan kasar terhadap salafi, ketika ana masih sibuk dan tergila-gila dengan organisasi. ana 6 tahun ikut Jamaah Tabligh, sempat ikut Dzur di Makassar lalu khuruj ke Takalar, Gowa,Bantaeng. kemudian ana melanjutkan dakwah Jamaah Tabligh di Sorong Papua. namun kecintaan saya kepada kebenaran, tidak menyebabkan ana fanatik terhadap dakwah tabligh ini. lalu ana ikut mengaji di Pimpinan Daerah Muhammadiyah sorong, yang pada akhirnya ana menjadi pengurus pada organisasi tersebut sebagai anggota Majelis Tarjih. Ketika suatu saat ana bertemu dengan aktifis pergerakan Islam, ana pun ikut ngaji dan ikut dalam pergerakan Islam tersebut yang akhirnya menyebabkan ana didaulat sebagai Sekertaris Daerah Partai keadilan Sorong. Namun sekali lagi kecintaan ana kepada kebenaran tidak menyebabkan ana fanatik dan menutup diri dari segala argumen yang bersumber dari Al-Qur'an maupun As-Sunnah. sehingga tibalah suatu saat ketika hidayah Allah SWT mendatangi ana melalui suatu perdebatan panjang nan alot dengan kawan-kawan yang ngaji salafi. perdebatan demi perdebatan sering terjadi bahkan kadang berlangsung panas. namun ana tidak bisa menyembunyikan ketertarikan ana atas semua argumen yang disampaikan kawan saya yang senantiasa mengutip ayat-ayat Al-Qur'an Hadits dan ucapan para ulama. akhirnya ana memberanikan diri untuk ngaji kepada ustadz salafi alumni Yaman, bertanya dan berdebat dengan ustadz tersebut. dan alhamdulillah sejak saat itu sampai sekarang ana lebih mantap dan lebih tenteram dengan manhaj yang haq ini dan Insya Alah ana tetap berpegang teguh diatas manhaj yang haq ini sampai ajal menjemput. jadi intinya, daripada sibuk membantah dan menolah salafi, lebih baik antum ketemu langsung ustadznya, ngaji,bertanya, menggali lebih dalam tentang salafi. jika antum tetap tidak suka, toh tidakada paksaan untuk ikut. jangan hanya melihat dari jauh, menerima pendapat, komentar dari orang lain, yang belum tentu obyektif. JAZAAKUMULLOHU KHOIRON KATSIIRON.
BERANIKAN DIRI UNTUK MEMBUKA HATI SELUAS-LUASNYA, DALAM RANGKA MENERIMA KEBENARAN YANG BERSUMBER DARI AL-QUR'AN MAUPUN AS-SUNNAH. JANGAN TAKUT DENGAN CELAAN ORANG, KARENA KITA BUKAN BERIBADAH KEPADA MANUSIA. BARANG SIAPA YANG YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA KEBENARAN PASTILAH MEREKA AKAN BERHADAPAN DENGAN ORANG YANG MENENTANG, MENYELISIHI BAHKAN MUNGKIN MENYAKITI MEREKA. COBA ANTUM SEMUA RENUNGKAN, BUKANKAH NABI MUHAMMAD ITU MANUSIA TERBAIK? PALING MULIA AKHLAKNYA? PALING TINGGI TAQWANYA KEPADA ALLAH SWT? TAPI COBA PERHATIKAN BETAPA BANYAK MANUSIA MENENTANG, MENGHINA DAN MENYAKITINYA. NAMUN KESUDAHANNYA, TERNYATA BELIAULAH PEMENANGNYA DIDUNIA MAUPUN DIAKHIRAT
al bugisy ini ana pikir salah satu antek pendeta salafy yang takabur. masak dia nulis ' sejelek2nya salafy masih jauh lebih baik dari hizbi dll'. nah kalo salafynya doyan zina, suka menyebar fitnah, cabul, ahlu ahwa, kawin cerai,makan riba apakah itu jauh lebih baik dari seorang "hizbi" yang bertaqwa pada Allah, seorang "hizbi" yang ahlu atsar dan pembela sunnah? kita semua harus tau, kalau salafy ngomong "hizbi" berarti mereka itu sedang merujuk pada ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir, Al Irsyad, yayasan At turots, Muhamadiyyah, NU, Dewan Dakwa, KISDI, KOMPAK dll. sungguh arogan dan lancang sekali salafy itu
Ana khawatir kalau salafiyyun di negeri kita ini bukan pecah, tapi sengaja dipecah oleh tangan-tangan tersembunyi yang ingin menikam dakwah ahlussunnah yang mulia ini. maka daripada itu janganlah saling menghujat dan mencela, sehingga ahli bid'ah menjadi gembira, dan ingat, walaa tuzakkuw anfusakum,....... nahnu a'lamu bi imaanikum.
Ana nesehatkan kepada salafiyyun di Indonesia untuk lebih mendalami ilmu Syar'i dan menahan lisan untuk menghujat sesama muslim karena itu suatu kezhaliman.
ah salafy mah kaga usah diapa-apain
diemin aja...
ntar juga pada berantem sendiri
kalian semua sama saja ga ada bedanya,.
kalian bilang salafy saling hujat, sekarang kalian sendiri terperosok di dalamnya saling hujat saling mencela, saling menyalahkan,
kalian semua muslim kalian semua orang Islam kalian semua umatnya nabi Muhammad, apa kalian ga malu kepada Rasulullah yang selama 23tahun menyiarkan Islam dari mulai istri sodara hingga menyebar ke seluruh jazirah arab,dan apakah kalian ga malu kepada para sahabat yang menggunakan lisan dan pedang mereka untuk menegakkan Islam d seantero jagad bumi. kapan Islam akan maju kapan Islam akan berkembang, kapan Islam akan tegak d muka bumi kalau orang2nya seperti kalian semua. salinglah intropeksi diri, tdk ada manusia yang sempurna di muka bumi. kalian pasti ada benarnya tapi ingat kalian juga pasti mempunyai salah.tolonglah wahai sodara ku kita berpegangan tangan, kita saling dukung dakwah islam ini.
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu iqlima at 28 April 2009 05:25:07
udah...yang nulis blog ini juga gak beres-beres banget, kalo ente emang berilmu ente kritik aja tulisannya ustadz hakim pake ilmu yang bener bukan asal tulis kaya gini, tulisan lho ini masih bagusan sampah kaleeeeeeeee....?
Saya tantang di blog ini ente buat dakwah...apa yang ente tau tentang salafy, test kalo mo kritik ente kritik aja deh takhrij hadistnya ustadz hakim, itu kalo emang ente punya ilmu agama yang mumpuni...banteran ente foto copy lagi.
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh lukman baabduh at 28 April 2009 11:24:59
wahai abu iklima, abdul hakim abdat itu tidak jelas dan penuh syubhat dalam silsilah keilmuannya. orang itu hanya mendapat ilmu tanpa memilki sanad yang jelas dan didominasi dengan pemikiran rasio. salafy adalah manhaj yang ilmiyah yang harus jelas dalam rangkaian ilmunya. antum jangan terpesona dengan gaya dan retorika abdul hakim abdat. jangan cuma karena adul hakim abdat pernah ke arab lantas antum menganggap orang itu hebat akan keilmuannya. tidak ya akhi. ana melihat ilmu orang itu masih sangat dangkal dan menyelisihi kaidah ahlu sunnah. ana nasihatkan tinggalkan orang2 yang mengaku salaf namun penuh kesubhatan. itu saja wasiyyah dari ana. semoga hati antum terbuka terhadap petunjuk.
KEPADA SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN, KHUSUSNYA KEPADA SAUDARA BONI YANG SEMOGA DIBERI PETUNJUK OEH ALLAH SWT. SEKALI LAGI ANA SAMPAIKAN, AKAN LEBIH BAIK DAN TERHORMAT JIKA KITA BERANI MENDATANGI USTADZ DAN ULAMA YANG SELAMA INI BERJUANG DAN BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH DIATAS MANHAJ NUBUAH, LALU BERDATANYA KEPADA MEREKA, MENDEBAT MEREKA DENGAN HUJJAH YANG KITA MILIKI, TENTUNYA DENGAN ADAB DAN CARA YANG SESUAI SUNNAH PULA. AL-HAMDULILLAH SAMAPI SAAT INI ANA TIDAK PERNAH MENJADI PENDETA, PEKERJAAN SEHARI-HARI SAYA HANYA MENGAJAR DAN MENTARBIYAH UMMAT, MENGAJAR BACA TULIS AL-QUR'AN DAN AL-HAMDULILLAH ANA TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN DAN TERIMA KASIH DARI ITU SEMUA. KALAU SAUDARA BONI MENCAP SAYA SEBAGAI PENDETA, SILAHKAN DATANG SAJA KERUMAH SAYA DI SIDOARJO, DAN PERIKSA AGENDA SAYA DIGEREJA MANA SAYA PERNAH DAN AKAN MENGAJAR. SAUDARA... ANA JUGA BELUM PERNAH MENGETAHUI ADA USTADZ ATAU ULAMA SALAFI YANG DOYAN ZINA, CABUL, AHLUL AHWA', PEMAKAN RIBA. KALAU ADA, TOLONG DONG TUNJUKKAN ANA BARANG SESEORANG. TAPI... KALAU ADA YANG MERASA TERSINGGUNG DAN KEBAKARAN KUMIS KARENA PERNYATAAN SAYA, ATAU KARENA KATA-KATA SAYA KASAR ( WALAPUN SETELAH SAYA PERIKSA LAGI BAHWA TIDAK ADA KATA-KATA SAYA YANG KASAR ), SAYA MOHON MAAF DAN KEPADA ALLAHLAH ANA MOHON AMPUN
KEPADA SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN, KHUSUSNYA SAUDARA BONI ( MUDAH-MUDAHAN BUKAN ORANG BONE KARENA ANA ASLI BONE ), YANG MUNGKIN AKTIFIS DI ORGANISASI SEPERTI ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, MMI, Muhamadiyyah, NU, Dewan Dakwah, KISDI, KOMPAK dll, ANA TEGASKAN BAHWA ANA TIDAK PERNAH MENGHUJAT, MELECEHKAN, MEMBID'AHKAN APALAGI MENGKAFIRKAN ORANG-ORANG YANG AKTIF DI ORGANISASI TERSEBUT (silahkan baca kembali komentar ana di atas ). TAPI ANA PENCARI KEBENARAN SEJATI, ANA TIDAK PERNAH FANATIK ORGANISASI, ANA HANYA FANATIK KEPADA ISLAM YANG BERSUMBER DARI AL-QUR'AN MAUPUN AS-SUNNAH YANG SHOHIHAH SESUAI PEMAHAMAN SAHABAT RA. BAGI ANA, INILAH KEBENARAN HAQIQI WALAUPUN BANYAK YANG TIDAK SENAG, TIDAK SETUJU, KERENA MUNGKIN TIDAK TAHU ATAU MEMANG TIDAK MAU TAHU, ATAU MALAS TAHU, ATAU PURA-PURA TAK TAHU ATAU...
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh indartosigit at 14 Mei 2009 11:24:44
salafy bilang " jangan berorganisasi, karena berorganisasi adalah bentuk hizbi yang merusak kesatuan umat islam", salafy bilang " ketua partai, ketua organisasi,ketua yayasan dlladalah bentuk dari khawarij karena di indonesia yang boleh jadi pemimpin hanya presiden RI dan merusak kesatuan umat". salafy2 itu sesumbar "hai kamu memecah belah umat", "hai kamu hizbi", "hai kamu firqoh", "hai kamu kafir"",.
baiklah, sekarang salafy tidak berorganisasi, tapi nyatanya dan faktanya, mereka malah bikin keributan dengan sesama umat islam, parahnya mereka berpecah belah dan saling memfitnah dengans sesama golongan mereka sendiri.yaitu sesama salafy. ironis kan? bukankah ini semacam karma dari Allah SWT?sedangkan mereka yang salafy tuding sebagai hizbi dan pemecah belah umat islam, fakta dan nyatanya mereka rukun2 saja tuh dan hati mereka tersatukan dengan kitabullah dan sunnah rasul.enyahlah salafy wahai antek dajjal, enyahlah salafy alias hadadi, enyahlah wahai orang2 picik
Astaghfirullah oleh Sukabumi-SMAN 3 at 20 Juni 2009 06:04:14
saya orang yang masih awam tentang keilmuan, saya jadi bingung n ironi kenapa saudara2 seperti itu... :(
http://www.youtube.com/results?search_query=wahabi+salafi&search_type=&aq=f
rapatkan barisan amalkan alqur'an dan sunah,..muliakan sesama umat islam,..
kunjungi :

http://www.youtube.com/results?search_query=wahabi+salafi&search_type=&aq=f
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu hanifah at 19 Agustus 2009 16:19:00
Sebagian orang berpandangan bahwasanya dakwah Salafiyah atau Ahlus Sunnah wal Jama'ah di negeri kita ini terkesan sebagai dakwahnya orang-orang yang gemar bikin ribut dan tidak pernah akur, bahkan di antara sesama mereka sendiri. Mereka saling menjatuhkan. Kelompok yang satu mencela dan mendiskreditkan kelompok yang lain.

Padahal mereka sama-sama mengaku Salafi (pengikut Sahabat Nabi). Buku-buku mereka pun sama, para ulama yang mereka jadikan rujukan juga sama. Namun ternyata mereka justru saling gontok-gontokan. Anggapan ini tidaklah seratus persen benar.

Akan tetapi itulah sebagian fakta yang ada di dalam pandangan masyarakat.

Saudaraku, kita semua perlu bercermin kembali. Penisbatan kepada Salaf adalah penisbatan yang sangat mulia. Salaf bukanlah sebuah pabrik atau yayasan, yang dengan mudah pihak atasan memecat anak buahnya yang dinilai bandel dan ngeyelan (suka ngotot dan membantah).

Oleh sebab itulah pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan sebuah fatwa salah seorang Imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah pada masa kini yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih Al `Utsaimin rahimahullah sebagai pelajaran dan koreksi bagi kita semua. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menggapai apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al `Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Apakah karakteristik paling menonjol dari Golongan Yang Selamat (Al Firqah An Najiyah)? Dan apakah adanya kekurangan (yang ada pada diri seseorang) dalam salah satu di antara karakter ini lantas mengeluarkan orang tersebut dari Golongan Yang Selamat?"

Jawaban:
Beliau rahimahullah menjawab, "Karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat adalah berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dalam hal akidah (keyakinan), ibadah (ritual), akhlak (budi pekerti), dan mu'amalah (interaksi sesama manusia). Dalam keempat perkara inilah anda dapatkan Golongan Yang Selamat sangat tampak menonjol ciri mereka:

Adapun dalam hal akidah: Anda bisa jumpai mereka senantiasa berpegang teguh dengan keterangan dalil Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu `alaihi wa sallam yaitu meyakini tauhid yang murni dalam hal Uluhiyah Allah, Rububiyah-Nya serta Nama-Nama dan Sifat-Sifat- Nya.

Adapun dalam hal ibadah: Anda jumpai golongan ini tampak istimewa karena sikap mereka yang begitu berpegang teguh dan berusaha keras menerapkan ajaran-ajaran Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dalam menunaikan ibadah, yang meliputi jenis-jenisnya, cara-caranya, ukuran-ukurannya, waktu-waktunya dan sebab-sebabnya.

Sehingga anda tidak akan menjumpai adanya perbuatan menciptakan kebid'ahan dalam agama Allah di antara mereka. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat beradab terhadap Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya dengan menyusupkan suatu bentuk ibadah yang tidak diijinkan oleh Allah.

Sedangkan dalam hal akhlak: Anda pun bisa menjumpai ciri mereka juga seperti itu. Mereka tampil istimewa dibandingkan selain mereka dengan akhlak yang mulia, seperti contohnya: mencintai kebaikan bagi umat Islam, sikap lapang dada, bermuka ramah, berbicara baik dan pemurah, pemberani dan sifat-sifat lain yang termasuk bagian dari kemuliaan akhlak dan keluhurannya.

Dan dalam hal mu'amalah: Anda bisa jumpai mereka menjalin hubungan dengan sesama manusia dengan sifat jujur dan suka menerangkan kebenaran.

Dua sifat inilah yang diisyaratkan oleh Nabi shallallahu `alaihi wa sallam di dalam sabdanya, "Penjual dan pembeli mempunyai hak pilih selama keduanya belum berpisah. Apabila mereka berdua bersikap jujur dan menerangkan apa adanya niscaya akan diberkahi jual beli mereka. Dan apabila mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat barangnya) maka akan dicabut barakah jual beli mereka berdua." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adanya kekurangan pada sebagian karakter ini tidak lantas mengeluarkan individu tersebut dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat, namun setiap tingkatan orang akan mendapatkan balasan sesuai amal yang mereka perbuat. Sedangkan kekurangan dalam sisi tauhid terkadang bisa mengeluarkan dirinya dari Golongan Yang Selamat, seperti contohnya hilangnya keikhlasan. Demikian pula dalam masalah bid'ah, terkadang dengan sebab bid'ah-bid'ah yang diperbuatnya membuatnya keluar dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat.

Adapun dalam masalah akhlak dan mu'amalah maka tidaklah seseorang dikeluarkan dari Golongan Yang Selamat ini semata-mata karena kekurangan dirinya dalam dua masalah ini, meskipun hal itu menyebabkan kedudukannya menjadi turun.

Kita perlu untuk memperinci permasalahan akhlak karena salah satu faidah dari akhlak ialah terwujudnya kesatuan kata dan bersatu padu di atas kebenaran yang diperintahkan Allah ta'ala kepada kita di dalam firman-Nya (yang artinya), "Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS. Asy Syura: 13).

Dan Allah memberitakan bahwasanya Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam lepas tanggung jawab dari perbuatan orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka menjadi bergolong-golongan.

Allah `azza wa jalla berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka maka tidak ada tanggung jawabmu atas mereka." (QS. Al An'am: 159).

Sehingga kesatuan kata dan keterikatan hati merupakan salah satu karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat -Ahlus Sunnah wal Jama'ah- Oleh sebab itu apabila muncul perselisihan di antara mereka yang bersumber dari ijtihad dalam berbagai perkara ijtihadiyah maka hal itu tidaklah membangkitkan rasa dengki, permusuhan ataupun kebencian di antara mereka.

Akan tetapi mereka meyakini bahwasanya mereka adalah bersaudara meskipun terjadi perselisihan ini di antara mereka. Sampai-sampai salah seorang di antara mereka mau shalat di belakang imam yang menurutnya dalam status tidak wudhu sementara si imam berpendapat bahwa dirinya masih punya status wudhu.

Atau contoh lainnya adalah orang yang tetap mau shalat bermakmum kepada imam yang baru saja memakan daging onta. Si imam berpendapat bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu. Sedangkan si makmum berpendapat bahwa hal itu membatalkan wudhu. Namun dia tetap berkeyakinan bahwa shalat bermakmum kepada imam tersebut adalah sah.

Walaupun seandainya jika dia sendiri yang shalat maka dia menilai shalatnya dalam keadaan seperti itu tidak sah. Ini semua bisa terwujud karena mereka memandang bahwa perselisihan yang bersumber dari ijtihad dalam persoalan yang diijinkan untuk ijtihad pada hakikatnya bukanlah perselisihan. Alasannya adalah karena masing-masing individu dari dua orang yang berbeda pendapat ini sudah berusaha mengikuti dalil yang harus diikuti olehnya dan dia tidak boleh untuk meninggalkannya.

Oleh sebab itu, apabila mereka melihat saudaranya berbeda pendapat dengannya dalam suatu perbuatan karena mengikuti tuntutan dalil maka sebenarnya saudaranya itu telah sepakat dengan mereka, karena mereka mengajak untuk mengikuti dalil dimanapun adanya. Sehingga apabila dengan menyelisihi mereka itu menjadikan dirinya sesuai dengan dalil yang ada (dalam pandangannya) , maka pada hakikatnya dia telah bersepakat dengan mereka, karena dia sudah meniti jalan yang mereka serukan dan tunjukkan yaitu keharusan untuk berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.

Dan terjadinya perbedaan pendapat dalam masalah-masalah seperti ini di kalangan para sahabat tidaklah tersembunyi di kalangan banyak ulama, bahkan sudah ada juga di jaman Nabi shallallahu `alaihi wa sallam. Dan ternyata tidak ada seorangpun di antara mereka yang bersikap keras kepada yang lainnya. Ketika Nabi shallallahu `alaihi wa sallam pulang dari perang Ahzab dan Jibril datang kepada beliau menyuruh beliau agar memberangkatkan para sahabat ke Bani Quraizhah yang telah membatalkan perjanjian.

Nabi shallallahu `alaihi wa sallam pun berpesan kepada para sahabatnya, "Janganlah kalian shalat `Ashar kecuali di Bani Quraizhah." (HR. Bukhari dan Muslim), maka mereka berangkat dari Madinah menuju Bani Quraizhah namun di tengah perjalanan mereka waktu shalat `Ashar sudah hampir habis. Di antara mereka ada yang mengakhirkan shalat `Ashar sampai tiba di Bani Quraizhah sesudah keluar waktu. Mereka beralasan karena Nabi shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda, "Janganlah kalian shalat `Ashar kecuali di Bani Quraizhah."

Dan ada juga di antara mereka yang mengerjakan shalat pada waktunya. Mereka ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh Rasul shallallahu `alaihi wa sallam ialah perintah agar mereka bersegera berangkat ke sana dan bukan bermaksud agar kita mengakhirkan shalat di luar waktunya -dan mereka inilah yang benar- akan tetapi meskipun demikian Nabi shallallahu `alaihi wa sallam tidak bersikap keras terhadap salah satu di antara kedua kelompok tersebut.

Dan hal itu tidaklah membuat mereka memusuhi dan membenci shahabat lain semata-mata karena perbedaan mereka dalam memahami dalil ini.

Oleh sebab itulah saya berpandangan bahwa menjadi kewajiban kaum muslimin yang menisbatkan dirinya kepada Sunnah supaya menjadi umat yang bersatu padu dan janganlah terjadi tahazzub (tindakan bergolong-golongan) . Yang ini membela suatu kelompok, sedangkan yang lain membela kelompok lainnya, dan pihak ketiga membela kelompok ketiga dan seterusnya, yang mengakibatkan mereka saling bergontok-gontokan dan melontarkan ucapan-ucapan yang menyakitkan, saling memusuhi dan membenci gara-gara perselisihan dalam masalah-masalah yang diperbolehkan untuk berijtihad di dalamnya.

Dan saya tidak perlu untuk menyebutkan tiap-tiap kelompok itu secara detail, akan tetapi orang yang berakal pasti bisa memahami dan memetik kejelasan perkaranya.

Saya juga berpandangan bahwasanya Ahlus Sunnah wal Jama'ah wajib untuk bersatu, bahkan meskipun mereka berbeda pendapat dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, selama hal itu memang dibangun berdasarkan dalil-dalil menurut pemahaman yang mereka capai. Karena hal ini (perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, red) sesungguhnya adalah perkara yang lapang, dan segala puji hanya bagi Allah.

Maka yang terpenting adalah terwujudnya keterikatan hati dan kesatuan kalimat (di antara sesama Ahlus Sunnah, red). Dan tidaklah perlu diragukan bahwasanya musuh-musuh umat Islam sangat senang apabila di antara umat Islam saling berpecah belah, entah mereka itu musuh yang terang-terangan maupun musuh yang secara lahiriyah menampakkan pembelaan terhadap kaum muslimin atau mengaku loyal kepada agama Islam padahal sebenarnya mereka tidak demikian. Maka wajib bagi kita untuk menonjolkan karakter istimewa ini, sebuah karakter yang menjadi ciri keistimewaan kelompok yang selamat; yaitu bersepakat di atas satu kalimat." (Fatawa Arkanul Islam, Daruts Tsuraya, hal. 22-26).

Demikianlah fatwa seorang alim yang sudah sama-sama kita akui kedalaman ilmu dan ketakwaannya. Duhai, alangkah jauhnya sifat-sifat kita dengan sifat-sifat elok yang beliau gambarkan… Kalau saja masing-masing dari kita bisa menerapkan dengan baik isi nasihat beliau di atas maka niscaya tidak akan terjadi baku hantam di antara sesama Ahlus Sunnah.

Sebagaimana para sahabat radhiyallahu ta'ala `anhum bisa bersikap arif tatkala menyaksikan saudaranya menyelisihi dirinya demi mengikuti tuntutan dalil yang sampai kepada mereka. Selain itu umat Islam di negeri ini tentu akan lebih merasa gembira dan tenang dalam menerima dakwah, karena mereka bisa menyaksikan sosok-sosok da'i yang pandai menyikapi keadaan, tidak grusah-grusuh dan terlalu cepat mengambil tindakan tanpa kenal perhitungan.

Apa salahnya jika kebenaran itu berada di pihak lain di luar kelompok kita? Apa salahnya jika yang menyampaikan kebenaran itu bukan ustadz kita? Bukankah hikmah itu adalah barangnya orang beriman yang hilang? Apakah semata-mata karena kebenaran itu datang dari selain kelompok kita lantas kebenaran itu boleh kita tolak. Lalu apakah bedanya kita dengan orang-orang yang taklid buta dan mengagung-agungkan kyai-kyainya? Renungkanlah saudaraku… Terkadang musuh yang cerdas itu jauh lebih bermanfaat bagi kita daripada teman-teman yang bungkam dari ketergelinciran kita.

Bagaimana bisa kita menyerukan umat Islam untuk kembali bersatu di atas pangkuan manhaj Salaf sementara kita sendiri justru memporakporandakan persatuan itu dengan menerkam saudara-saudara kita sesama Ahlus Sunnah dengan dalih menyelamatkan umat dan membantah Ahlul bida' wal ahwa'? Sedangkan para ulama mewasiatkan kepada kita untuk memperbaiki akhlak demi terjalinnya persatuan dan keterkaitan hati.

Adakah yang mau mengambil pelajaran? Hamba memohon kepada-Mu ya Allah, bukakanlah hati-hati kami untuk menerima kebenaran. Engkau lah Yang Maha tahu kekurangan dan dosa-dosa kami. Kami mengakuinya dan kami mohon ampunan kepada-Mu, ya Rabbi.

Kembalikanlah persatuan dakwah yang mulia ini di atas kebenaran dan bimbingan para ulama yang Rabbani. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan do'a. Semoga shalawat dan keselamatan senantiasa terlimpah kepada panutan kita Nabi Muhammad, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka kaum Salafiyin yang ada di sepanjang masa hingga tegaknya hari kiamat. Dan akhirnya segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.


***
Penyusun: Abu Muslih Ari Wahyudi
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh firmansyah at 19 Agustus 2009 16:50:49
saya baru kenal pemahaman salaf akan tetapi di buat bingung dengan ustadnya karena saling hujat satu dengan lainya, ya kalo masih satu manhaj kenapa harus menghujat satu sama lainnya
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abu habibie at 22 November 2009 20:59:49
semoga kita semua(salafiyyin) termasuk Firqotun Najiah(gol yang selamat) amin
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh Zulkarnain El-Madury at 26 November 2009 08:58:51
Apa salaf itu hanya milik orang LIPIA, Siapa yang paling berhak menyandang predikat salaf, itu dari amalnya, bukan omongannya. Saya mengenal salaf sejak Di MTDK Muhammadiyah, waktu dikirim bertemu bin Baz sambil haji tahun 1993. Saat itu LIPIA, masih Al-Ghomidzy. Tetapi Apakah salaf hanya sebatas berpikir mundur kebelakang, tidk mampu mengupdete diri, dengan menampilkan diri sebagai suri tauladan yang baik. Tidak kearab araban. Pasalnya kalau salaf identik dengan arab itu lucu. Karena diarab sekarang lebih bobrok dari Indonesia. Mari tunjukkan kesalafan kita dengan akhlaq Rasulullah. Jangan dengan sikap salaf yang arogan dan suka memaki maki. Saya mneliti perkembangan salaf masih tidak lepas dari perkembangan cara berpikir orang Arab, bukan cara berpikir salaf.
istigfar ya akhi
Saya tidak tau tulisan ini benar atau salah. Atau bisa jadi hanya ditulis sebagian-sebagian saja. Tapi mudah-mudahan tidak dengan niat menjelek-jelekan orang sehingga yang lain ikut-ikutan.

Saya suka ke kajiannya ust Hakim, juga ust Yazid, ust Zainal, dan ust2 yg berjalan di manhaj salaf lain. Setiap ust punya karakter masing-masing dan pengalaman sendiri-sendiri. Tentu dalam berdakwah mereka punya gaya yang berbeda satu sama lain. Saya mengerti memang ust Hakim orangnya terbuka apa adanya. Sering ceplas-ceplos. Yang sudah biasa itu menjadi daya tariknya, seru mendengarnya. Tapi mungkin bagi yang tidak biasa, bisa mengernyitkan dahi.

Pelajarilah manhaj salaf dari banyak membaca dan mendengar ust2 salaf lain. Datanglah ke kajian mereka bila ada rasa 'tidak puas', dan utarakan langsung kepada sang ust. Ust Hakim rutin hari sabtu dimesjid belakang Pos Kota Krukut jam 9 pagi sampai lohor. Setelah lohor biasanya ust membuka forum bebas. Silahkan antum2 yang 'penasaran' bisa langsung tanyakan kebeliau. Kalau ditulis disini, jadinya penilaian sepihak, seharusnya beri peluang ust Hakim untuk membela diri. Itu baru adil.

Hati-hati dalam menulis, bisa jadi walau kita menulis kebenaran, tapi bila berakibat pecahnya umat, maka kita bisa tergolong orang yang suka mengadu domba dan diganjar tidak akan masuk surga.
SUDAHLAH UMAT ISLAM JANGAN BERTENGKAR, HARUS BERSATU, LIHAT KIRI KANAN RUMAH KITA BANYAK YANG BELUM SHOLAT, ANAK ISTRI KITA, TETANGGA KITA, BANYAK YANG BELUM SHOLAT YANG SUDAH SHOLAT BELUM LAGI BISA SHOLAT DI MASJID.JANGAN BAWA FATWA ULAMA DIMASUKKAN LAGI KE INTERNET. ANDA KENAL NGGA ULAMA YANG KELUARKAN FATWA ITU, APA DIA SHOLAT LIMA WAKTU DIMASJID APA DIA MENGHIDUPKAN SUNNAH. APA DIA KETURUNAN RASULLULLAH APA DIA ORANG BAIK. KENAL DEKAT NGGA. INGAT ILMU KITA YANG DIBERI ALLAH INI KEPADA KITA SEDIKIT BAGAI SETITIK AIR DILAUTAN NAH AGAMA ISLAM INI AGAMA ALLAH LEBIH LUAS DARI SAMUDRA.. JADI JANGAN MERASA PALING BENAR, PALING BERILMU. JANGAN JANGAN YANG ADA DIHATI TUAN BELUM PAHAM.KALAU JAMAAH TABLIGH KEMANA MANA BERDA'WAH PATUT DISYUKURI, SEDIKIT SEKALI ORANG YANG MAU BERDA'WAH ZAMAN SAHABAT SEMUA ORANG BERDA'WAH.APA ANDA SENENG YANG DAWAH ITU PARA MISIONARIS, ZENDING ATAU SEJENISNYA LALU DATANG KERUMAH ANDA DAN MEMURTADKAN ANAK ANDA, CUCU ANDA.TOBAT PAAAAK!!!.TERLANJUR BELUM MATI.KITA HARUS MALU DENGAN AHLI DUNIA.MEREKA BERILMU NGGA BERTENGKAR.AHLI KEDOKTERAN, AHLI TEHNIK, AHLI HUKUM, AHLI PERTANIAN MEREKA RUKUN.KALAU ORANG TEKNIK SAKIT PERGI KE DOKTER, KALAU DOKTER MAU BANGUN RUMAH PERGI KE TEKNIK ADA MASALAH HUKUM PERGI KE AHLI HUKUM.ANDA BARU BELAJAR FIQH SUDAH MENYALAHKAN ORANG.BAGAIMANA TAFSIR ANDA INI???? UNTUK MENAFSIRKAN QURAN SAJA HARUS MENGUASAI 15 CABANG ILMU, HARUS TAHU BAHASA ARAB, NAHWU, SYORAF, SEBAB TURUNNYA QURAN,TAHU ILMU HADIST, TAHU FIQH, SEJARAH ISLAM KISAH SAHABAT DLL.ANDA INI KULIAH LAGILAH DI PERGURUAN TINGGI.BELAJAR ILMU DUNIA.KALAU DI INDONESIA DI UNIVERSITAS MAU JADI SARJANA EKONOMI HARUS BELAJAR 4 TAHUN BELAJAR 50 MATA KULIAH 1 MATA KULIAH 3 DOSEN ADA PROFESOR, ADA DOKTOR, ADA MASTER. 1 DOSEN MEMAKAI 5 BUKU WAJIB.KALIKAN SAJA BERAPA BUKU. SESESAI 4 TAHUN BARU DAPAT GELAR SARJANA (S1) , BELUM LAGI S2 S3 , SELESAI KULIAH MEREKA NGGA KELAHI, NGGA RIBUT MENYALAHKAN.INI ILMU DUNIA YANG SEDIKIT.KITA INI DIBERI ILMU ALLAH ILMU ALLAH YANG LUAS KOK PADA RIBUT.STOP. KALAU ANDA MAU MAKAN DURIAN HARUS DIMAKAN DITELAN TAPI KALAU NGGA MAKAN DURIAN JANGAN KOMENTAR RASA DURIAN. JADI KALAU MAU TAHU JAMAAH TABLIGH MUDAH SAJA IKUT 3 HARI, 40 HARI 4 BULAN.SAMBIL ANDA BERTOBAT KARENA MERASA SUDAH BENAR, BERILMU.JADI KITA INI ORANG ISLAM JANGAN JADI PENGHALANG HIDAYAH BAGI ORANG LAIN BAHKAN HARUS JADI PENYEBAB HIDAYAH BAGI ORANG LAIN.
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh al fakir ilallah at 20 Desember 2010 21:57:16
Bismillah
ana membuktikan bhw ustdz Hakim abdat ini bukan ustd salafy tulen. dulu ana duduk sebagai jamaah pengajian ibu2 elit daerah Kemang dan ustd ini ceramah, sambil bergurau dgn ibu2 muda yang cantik-cantik tanpa dihijab. ternyata dia pengekor hawa nafsu. dakwahnya hny pakai dalil MENURUT SAYA. Ia dakwah ikhlas krn FULUS, krn selalu dibayar. jelas dia telah merusak dakwah manhaj salaf.
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh Abu Muhammad at 20 Desember 2010 22:05:09
duhai antum sekalian yang taklid dgn H.Abdat, bukalah mata hati kalian dan bertabayun tentang siapa sebenarnya org yg dipuji dan disanjung dgn ghuluw, wallahi antum sekalian akan menyesal kelak jika tidak menghajr H.Abdat. dia manusia sok pintar, sok alim dan sok faqih..pdhl hanya baru pantas jadi ustdz banin mengajar bhs arab tok!. dulu dia ikut jadi khawarij dalam peristiwa tanjungpriok. dia sendiri mengakui sempat lari dan sembunyi karena di kejar-kejar polisi.
sebenarnya perkara tahdzir itu bagian dari dakwah Islam dalam rangka mempertahankan syariat Allah. dimana telah dicontohkan oleh sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam. pada intinya salafus shalih mentahzir atau menghajr para perusak syariat Allah. maka jika tidak ada yang melakukan tahdzi, bagaimana umat bisa tau mrk berbahaya dan menyimpang ? karena Hakim Abdat itu ngakunya SALAFY, coba dia ngaku hizby atau tidak menisbatkan diri salafy (ustd pula!), tentu tidak di tahdzir. krn yg membawa dakwah atas nama salafi ini adalah urusannya besar, dan bila sesat dan menyesatkan (tidak kaaffah), maka pertanggungjawbannya sangat berat, dan kasian umat yang sungguh mencari al haq jika terkena fitnahnya, (sprti antum2 sekalian yg tertipu). justru tahdzir itu, menolong H.Abdat agar tidak tambah banyak pengikutnya yang membuahkan dosa jariyah bagi dirinya. perhatkan , bagaimana dgn tahdzirnya para tokoh hizby atau jg tokoh aliran Muhammadiyah dsb yg disebut-sebut khalayak media, umat dan masyarakat?, sama saj dong kalau gitu tidak boleh membuka aib dan menjelekan di muka umum. Lieuur juga antum sekalian yaa. semoga Allah memfaqihkan kalian.
Pemilik situs ini adalah seorang pembual, tukanmg fitnah....bebinjat...kamu tidak takut dengan fitnahanmu?
Betapapun kamu menyebar fitnah dakwah ini tetap kan jalan....sayang sekali kamu karena kotornya hatimu....kotor..kotor hatimu...bersihkanlah ia dari hasudmu thd dakwah ini...kamu tidak takut nanti keburukan kan menimpamu?....
Utamakan Ilmu sebelum ucapan & 'amal oleh helmi iskandar shah at 19 Januari 2011 03:00:27
Islam didirikan atas azas al-Qur'an & sunnah Rasulullah dalam tatanan koridor pemahaman ash-shahabah/ as-salaf.
Islam cermin ideal bagi semua insan muslim dalam ucapan & 'amal.
Dalam Islam tersimpan khazanah Ilmu bagi penuntut Ilmu.
Ilmu cahaya dalam kegelapan ... lentera dalam kegalauan.
Renungkanlah!
.
Jelek-jelek juga ane pan "PAKAR HADITS INDO"???

Nt ngiri ane punye gelar hebat???

Malah ane di Malay digelari "AL-ALBANY KECIL DARI INDO!!!"
.
============================================

(( إنه لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة وإن الله ليؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر ))

“Sesungguhnya tidaklah ada yang masuk surga kecuali jiwa yang muslim, dan sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan laki-laki yang fajir (berbuat dosa ).”

============================================
Ane termasuk didalemnye!!!
Saya Keluar dari SALAFI - SALAFI gadungan, menuju salafi sejati..
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh aku lah satu2 nya salafy sejati dan murni di INdonesia sedangkan yg lainnya adalah salafy maz'um tanpa terkecuali HAHAHAHA at 28 Januari 2011 11:03:18
HAHAHAHAHAHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh ummu abdurrahman at 30 Maret 2011 09:08:06
syukran abu hanifah, untuk penjelasannya!!! jazakumullah khairan,
semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Amin.
Sudah Hentikan, Kalau Kamu Salafi!!! oleh Fundament0zz at 03 September 2011 01:35:34
Bismillah,

Alhamdulillah, Wa Sholatu Wa Sallam Ala Rasulillah, Shalallahu Alaihi Wa Sallam, Wa ala aliihi wa shohbihi ajma'in,

Amma Ba'du.

Ciri seorang yang bermanhaj salafi:
1. Mengikuti Dalil Al-Qur'an dan Sunnah
2. Al-Wala' Wal Bara'
3. Mengikuti pemahaman, penghayatan, dan pengamalan sahabat Nabi terhadap dalil Al-Qur'an dan Sunnah, dan para ulama yang mengikutinya.
4. Berkata santun dan menjauhi cela mencela secara kasar, (bahkan imam bukhari pun sangat sopan dalam menjarh perawi yang tidak diterima haditsnya).
5. Ingatlah, Jarh Wa Ta'dil adalah hak ulama dan kewajiban mereka mengingatkan umat. Bukan seseorang yang tidak jelas persaksian muru'ah dan 'adalahnya diantara para ulama!!!
6. Pertanyaan! Apakah penulis blog ini dan yang mengomentarinya dalam jarh maupun ta'dil sudah mendapat persaksian dari ulama mu'tabar atau ulama kibar semisal ulama jarh wa ta'dil seperti Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya, dan Syaikh ubaid al jabiri, seperti syaikh muhammad al-madkhali, dan seperti syaikh muqbil???? Jika belum dan jika tidak akan pernah mendapatkan persaksian mereka, jauhilah menuliskan dan mendakwahkan, dan mentahdzirkan perkara ilmu yang sangat mulia dan menyelamatkan umat dari kesesatan ini..yaitu ILMU JARH WA TA'DIL!!!!

Barakallahu fiikum...Wa nafa'ani wa iyyakum minal huda wa diinil haq...affallahu anna wa ankum...Hentikanlah saudaraku yang mengaku salafiyyin...Semoga Allah merahmati kita semua...

Fokuslah dalam mendakwahkan dakwah barakah ini, DAKWAH SALAFY....mulailah dari apa yang dimulai Rasulullah...Dan berhentilah pada tempat dimana engkau tidak boleh melangkahinya...yaitu Halaman Keputusan Para Ulama, yaitu, Halaman "Hak para Ulama", dan Hidupkanlah sunnah nabi, dan praktekanlah al-wala' dan bara' mastato'tum ya ikhwah...

wa billahi taufiq wal hidayah...wa sallamu alaykum wa rahmatullah wa barakatuh...

Fundament0zz A.K.A Ibnu Ahmad Al-TzyGhanjury al-bankany
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh fundament0zz at 04 September 2011 10:45:24
itu si hidayat nur wahid...hizby PKS...kuliah jurusan tauhid di jam;iyyah madinah....masih perlu bukti ga ada penyusupan ahli bid'ah dan orang sesat di jam'iyyah...
With all these silly websites, such a great page keeps my intrenet hope alive.
xdPxrB clfqkjqknkyy oleh caplpaci at 13 Oktober 2011 19:16:37
xdPxrB <a href="http://clfqkjqknkyy.com/">clfqkjqknkyy</a>
subhanallah.. cuma baca komentar2 dikit aja udah langsung ilfeel saya..
lidah memang bahaya klo gak dijaga.. ck ck ck rendah hati lah..
sebenarnya apa seperti ini ahlaq orang yang bermanhaj salaf, menulis kata2 yang bernada menyulut kemarahan, apa memang betul para shalafussoleh mengajarkan kita demikian, saya takut kalu hanya sekedar pengakuan bahwa penulis ini sebagai seorang salafi, maka sungguh jauh sekali dengan lebel salafinya.
eh anjing anjing hakim abdat itu ustad gw ! lu hina urusan lu ama gw, anjing lu pada,
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abdullah at 21 Januari 2012 06:54:56
Ini zaman fitnah!
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh Abu Adnan at 24 Januari 2012 22:48:10
Masya Alloh.....bertobat dan beristiqfarlah..........telah nampak kemungkaran di muka bumi ini......eratkan barisan ukhuwah untuk menegakkan yang haq diatas kebatilan....
Hakikat perpecahan itu sudah dikabarkan Oleh Nabi. Memang betul salafy yang Haq/ahlussunnah adalah "pemecah" di dalam Islam, tapi tahukah anda, apa yg dipecah...?apa yg dipisah oleh salafy..?

yang dipecah belah di kalangan yg mengaku Islam adalah: antara SUNNAH dengan BID'AH, antara Al HAQ dan BATHIL.

Tulisannya kayak tai
Semoga Allah Merahmati Ustadz Abdul Hakim Abdat oleh Lilik at 29 Januari 2014 23:22:20
Beliau hafizhahullah adalah guru saya sejak tahun 1991 ketika beliau pertama kali membuka pelajaran kitab Shahih Bukhary di jalan Pramuka Jakarta... Dan saya menjadi saksi bahwa beliau mengajarkan Tauhid bukan Syirik, Sunnah bukan Bid'ah... Semoga Allah merahmati dan menjaga beliau...
Re: Peneliti Hadats dari Jakarta Melecehkan Salafy dan Ulamanya oleh abdul aziz at 20 Februari 2014 20:00:25
ustadz hakim abdat jauh sekali dari tuduhan2 ini. bagaimana jika di akhirat kelak beliau menuntut anda ?
dan insya Allah, thulabussunnah di majelis beliau tidak ada ada yg berkata kasar.
Tulis Komentar Anda disini

Judul

Nama Anda

Website




Masukkan kode verifikasi